TUJUAN DIET INI
• Memberikan makanan yang seimbang
• Mencegah atau menghambat penurunan berat badan secara berlebihan
• Mengurangi rasa mual, muntah, dan diare
• Mengupayakan perilaku sehat terhadap makanan
SYARAT DIET INI
• Energi tinggi
• Protein tinggi
• Lemak sedang
• Karbohidrat cukup
• Vitamin dan mineral cukup
• Porsi makan kecil tapi sering
PEDOMAN UNTUK MENGATASI MASALAH MAKAN
1. Bila paisen menderita anoreksia
• Dianjurkan makan makanan yang disukai
• Tambahkan bumbu makanan yang sesuai untuk menambah rasa
• Tekankan bahwa makan adalah bagian penting dalam program pengobatan
• Olahraga sesuai kemampuan
2. Bila ada peruubahan pengecapan
• Makan dan minum diberikan dengan suhu kamar
• Tambahkan bumbu makanan yang sesuai untuk menambah rasa
• Minuman diberikan dalam bentuk segar atau jus
3. Bila ada kesulitan mengunyah atau menelan
• Minum dengan menggunakan sedotan
• Makan dan minum diberikan dengan suhu kamar
• Bentuk makanan dsaring atau cair
• Hindari makanan terlalu asam atau asin
4. Bila mulut kering
• Makanan dan minuman diberikan dengan suhu dingin
• Bentuk makanan cair
• Kunyah permen karet atau hard candy
5. Bila mual dan muntah
• Beri makanan kering
• Hindari makanan yang berbau merangsang
• Hindari makanan lemak tinggi
• Makan dan minum perlahan lahan
• Hindari makanan dan minuman terlalu manis
• Batasi cairan pada saat makan
• Tidak tidur setelah makan
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
Sunday, 22 January 2012
Thursday, 22 December 2011
Diet Lambung
SIAPA SAJA YANG MENJALANI DIET INI ?
• Pasien dengan gastritis, ulkus peptikum, tifus abdominalis, diare, dan pasca bedah saluran cerna atas.
TUJUAN DIET INI
• Memberikan makanan dan cairan secukupnya yang tidak memberatkan lambung
• Mencegah dan menetralkan asam lambung yang berlebihan
• Mengusahakan keadaan gizi sebaik mungkin
MACAM DIET LAMBUNG
• Diet Lambung I
Diberikan kepada pasien gastritis akut, ulkus peptikum, pacsa pendarahan dan tifus abdominalis berat. Makanan diberikan dalam bentuk saring
• Diet Lambung II
Diberikan kepada pasien dengan ulkus peptikum atau gastritis kronik dan tifus abdominalis ringan. Makanan berbentuk lunak porsi kecil (3 x makanan lengkap dan 2-3 x selingan)
• Diet Lambung III
Diberikan kepada pasien dengan ullkus peptikum atau gastritis atau tifus abdominalis yang hamper sembuh. Makanan dalam bentuk lunak atau biasa tergantung dari kemampuan pasien.
MAKANAN APA SAJA YANG DIANJURKAN
• Beras, kentang, macaroni, roti toast, biscuit, crackers, bihun
• Lauk hewani yang tidak diawetkan, lunak, rendah lemak
• Lauk nabati tahu, tempe, lunak dan tidak digoreng
• Sayuran rendah serat : wortel, labu siam, labu air, ketimun tanpa kulit dan biji, oyong tanpa kulit, zucchini
• Buah : pisang, melon, apel tanpa kulit. Untuk pasien tifus yang disertai dengan obstipasi /susah BAB boleh diberikan papaya
• Minuman : teh, sirup
MAKANAN APA SAJA YANG TIDAK DIANJURKAN
• Ketan, jagung, ubi, singkong, talas
• Daging/ ikan yang diawetkan, kacang merah, kacang ndul, kacang kedelai, lauk pauk digoreng
• Sayuran mentah seperti lalap, salad, karedok, toge, kangkung, kol, lobak, sawi, caesim
• Makanan yang berlemak tidak dianjurkan (santan kental)
• Susu dan produk olahannya sebaiknya dihindari
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
• Pasien dengan gastritis, ulkus peptikum, tifus abdominalis, diare, dan pasca bedah saluran cerna atas.
TUJUAN DIET INI
• Memberikan makanan dan cairan secukupnya yang tidak memberatkan lambung
• Mencegah dan menetralkan asam lambung yang berlebihan
• Mengusahakan keadaan gizi sebaik mungkin
MACAM DIET LAMBUNG
• Diet Lambung I
Diberikan kepada pasien gastritis akut, ulkus peptikum, pacsa pendarahan dan tifus abdominalis berat. Makanan diberikan dalam bentuk saring
• Diet Lambung II
Diberikan kepada pasien dengan ulkus peptikum atau gastritis kronik dan tifus abdominalis ringan. Makanan berbentuk lunak porsi kecil (3 x makanan lengkap dan 2-3 x selingan)
• Diet Lambung III
Diberikan kepada pasien dengan ullkus peptikum atau gastritis atau tifus abdominalis yang hamper sembuh. Makanan dalam bentuk lunak atau biasa tergantung dari kemampuan pasien.
MAKANAN APA SAJA YANG DIANJURKAN
• Beras, kentang, macaroni, roti toast, biscuit, crackers, bihun
• Lauk hewani yang tidak diawetkan, lunak, rendah lemak
• Lauk nabati tahu, tempe, lunak dan tidak digoreng
• Sayuran rendah serat : wortel, labu siam, labu air, ketimun tanpa kulit dan biji, oyong tanpa kulit, zucchini
• Buah : pisang, melon, apel tanpa kulit. Untuk pasien tifus yang disertai dengan obstipasi /susah BAB boleh diberikan papaya
• Minuman : teh, sirup
MAKANAN APA SAJA YANG TIDAK DIANJURKAN
• Ketan, jagung, ubi, singkong, talas
• Daging/ ikan yang diawetkan, kacang merah, kacang ndul, kacang kedelai, lauk pauk digoreng
• Sayuran mentah seperti lalap, salad, karedok, toge, kangkung, kol, lobak, sawi, caesim
• Makanan yang berlemak tidak dianjurkan (santan kental)
• Susu dan produk olahannya sebaiknya dihindari
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
Wednesday, 7 December 2011
Diet Rendah Kolesterol dan Rendah Lemak
TUJUAN DIET INI YAITU
• Menurunkan berat badan bila kegemukan
• Mengubh jenis dan asupan lemak makanan
• Menurunkan asupan kolesterol makanan
• Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupen karbohidrat sederhana
PRINSIP DIET INI YAITU
• Pengurangan asupan kolesterol dan lemak jenuh. Disarankan < 300 mg/ hari
• Peningkatan serat larut air untuk membantu mencegah penyerapan kolesterol. Disaranakan ± 20 g/hari
BAHAN MAKANAN YANG BOLEH DIBERIKAN
• Beras, kentang, macaroni, mie, bihun, havermut, roti tawar (whole wheat lebih dianjurkan)
• Ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa selap lemak, putih tellur
• Tempe, tahu, kacang kacangan
• Semua sayur boleh diberikan
• Semua jenis buah kecuali durian, alpukat dan nangka
• Lemak/ minyak tidak jenuh :minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, minyak wijen, minyak zaitun, margarine
• Susu non fat, keju low fat
BAHAN MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIBERIKAN
• Jeroan, kuning telur, udang, kerang, cumi, kepiting
• Susu full cream, mentega. Keju, santan kental
Makanan Yang Mengandung Kolesterol Tinggi
No Nama Bahan Makanan Total kolestero/ 100 g bahan
1 Otak 2000 mg
2 Kuning telur 1326 mg
3 Telur ayam 550 mg
4 Hati sapi 300 mg
5 Udang 125 mg
6 Mentega 250 mg
7 Susu ful cream 85 mg
8 Pastry 97 mg
9 Ikan segar 70 mg
10 Daging sapi 70 mg
11 Daging kambing 70 mg
12 Daging babi 70 mg
13 Pie 66 mg
14 Ham 62 mg
15 Daging ayam 60 mg
16 Keju 100 mg
17 Hamburger 41 mg
18 Jerohan unggas 35 mg
19 Susu kental manis 33 mg
20 Es krim 29 mg
21 Croissant 26 mg
22 Sarden 18 mg
23 Yoghurt 14 mg
24 Susu sapi cair 11 mg
25 Biskuit 13 mg
Semua makanan nabati tidak mengandung kolesterol tetapi mengandung bentuk sterol lain yaitu fitosterol. Contohnya santan, minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan margarin
Sumber :Sunita Almatsier. Penuntun Diet Edisi Baru (Jakarta : Instalasi Gizi Perjan RS DR. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietitien Indonesia)
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
• Menurunkan berat badan bila kegemukan
• Mengubh jenis dan asupan lemak makanan
• Menurunkan asupan kolesterol makanan
• Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupen karbohidrat sederhana
PRINSIP DIET INI YAITU
• Pengurangan asupan kolesterol dan lemak jenuh. Disarankan < 300 mg/ hari
• Peningkatan serat larut air untuk membantu mencegah penyerapan kolesterol. Disaranakan ± 20 g/hari
BAHAN MAKANAN YANG BOLEH DIBERIKAN
• Beras, kentang, macaroni, mie, bihun, havermut, roti tawar (whole wheat lebih dianjurkan)
• Ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa selap lemak, putih tellur
• Tempe, tahu, kacang kacangan
• Semua sayur boleh diberikan
• Semua jenis buah kecuali durian, alpukat dan nangka
• Lemak/ minyak tidak jenuh :minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, minyak wijen, minyak zaitun, margarine
• Susu non fat, keju low fat
BAHAN MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIBERIKAN
• Jeroan, kuning telur, udang, kerang, cumi, kepiting
• Susu full cream, mentega. Keju, santan kental
Makanan Yang Mengandung Kolesterol Tinggi
No Nama Bahan Makanan Total kolestero/ 100 g bahan
1 Otak 2000 mg
2 Kuning telur 1326 mg
3 Telur ayam 550 mg
4 Hati sapi 300 mg
5 Udang 125 mg
6 Mentega 250 mg
7 Susu ful cream 85 mg
8 Pastry 97 mg
9 Ikan segar 70 mg
10 Daging sapi 70 mg
11 Daging kambing 70 mg
12 Daging babi 70 mg
13 Pie 66 mg
14 Ham 62 mg
15 Daging ayam 60 mg
16 Keju 100 mg
17 Hamburger 41 mg
18 Jerohan unggas 35 mg
19 Susu kental manis 33 mg
20 Es krim 29 mg
21 Croissant 26 mg
22 Sarden 18 mg
23 Yoghurt 14 mg
24 Susu sapi cair 11 mg
25 Biskuit 13 mg
Semua makanan nabati tidak mengandung kolesterol tetapi mengandung bentuk sterol lain yaitu fitosterol. Contohnya santan, minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan margarin
Sumber :Sunita Almatsier. Penuntun Diet Edisi Baru (Jakarta : Instalasi Gizi Perjan RS DR. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietitien Indonesia)
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
Friday, 18 November 2011
Diet Asam Urat
APA ITU DIET ASAM URAT ?
Diet asam urat merupakan pengaturan pola makan dengan mengurangi makanan yang mengandung purin tinggi.
UNTUK APA SIH DIET INI ?
• Menormalkan kadar asam urat dalam darah
• Menjaga agar jaringan sendi dapat berfungsi optimal
• Mencapai dan memelihara berat badan ideal
APA SYARAT DIET INI ?
• Karbohidrat diberikan lebih tinggi (65-75%) karena merupakan sumber energi utama penderita asam urat
• Protein diberikan sedang 1 g/kgBB
• Lemak diberikan dalam jumlah sedikit
• Makanan yanag mengandung purin tinngi dibatasi
• Vitamin A dan C tinggi untuk melawan radikal bebas serta meningkatkan kesehatan jaringan otot, sendi dan tendon
• Cairan dianjuurkan ± 3 liter/hari untuk membantu mengeluarkan asam urat dan meminimalkan pembentukan batu ginjal
• Serat cukup 20-30 gr/hari
BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG HARUS DIHINDARI ?
• Semua bahan makanan dan minuman yang mengandung alcohol ( arak, bir, wiski, anggur, tape ketan, tuak, dan makanan yan beragi )
• Bebek, angsa, ikan kecil (herring), makarel, remis. Sarden, kerang, kepiting, lobster, telur ikan
• Makanan yang diawetkan dalam kaleng (sarden, kornet)
• Jeroan (otak, ginjal,hati, limpa,usus,otak, lidah, jantung)
• Kaldu daging dalam sup kental, soto ayam, soto sulung, opor ayam
• Buah –buahan yang dapat berubah menjadi alcohol dalam usus (durian, alpukat, nangka, kelapa kopyor, air kelapa)
BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG DIBATASI ?
• Ikan air tawar atau laut
• Daging sapi, ayam, udang
• Kacang kering dan hasil olahannya (tahu, tempe, oncom)
• Sayuran (kembang kol, asparagus, jemur, kengkung, daun singkong, daun dan biji melinjo, kacang polong, buncis)
• Buah nanas
BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG AMAN
• Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mie, bihun, tepung beras, kue kering, macaroni
• Semua jenis sayur dan buah yang tidak tercantum pada daftar diatas
• Margarin, mentega, kelapa, minyak dan gula
• Puding, telur, susu, keju, dan es krim 9bisa dikonsumsi jika tidak ada alergi pada penderita asam urat)
• Kopi, sereal, teh
• Rempah, bumbu, jamu, garam, jahe
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
Diet asam urat merupakan pengaturan pola makan dengan mengurangi makanan yang mengandung purin tinggi.
UNTUK APA SIH DIET INI ?
• Menormalkan kadar asam urat dalam darah
• Menjaga agar jaringan sendi dapat berfungsi optimal
• Mencapai dan memelihara berat badan ideal
APA SYARAT DIET INI ?
• Karbohidrat diberikan lebih tinggi (65-75%) karena merupakan sumber energi utama penderita asam urat
• Protein diberikan sedang 1 g/kgBB
• Lemak diberikan dalam jumlah sedikit
• Makanan yanag mengandung purin tinngi dibatasi
• Vitamin A dan C tinggi untuk melawan radikal bebas serta meningkatkan kesehatan jaringan otot, sendi dan tendon
• Cairan dianjuurkan ± 3 liter/hari untuk membantu mengeluarkan asam urat dan meminimalkan pembentukan batu ginjal
• Serat cukup 20-30 gr/hari
BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG HARUS DIHINDARI ?
• Semua bahan makanan dan minuman yang mengandung alcohol ( arak, bir, wiski, anggur, tape ketan, tuak, dan makanan yan beragi )
• Bebek, angsa, ikan kecil (herring), makarel, remis. Sarden, kerang, kepiting, lobster, telur ikan
• Makanan yang diawetkan dalam kaleng (sarden, kornet)
• Jeroan (otak, ginjal,hati, limpa,usus,otak, lidah, jantung)
• Kaldu daging dalam sup kental, soto ayam, soto sulung, opor ayam
• Buah –buahan yang dapat berubah menjadi alcohol dalam usus (durian, alpukat, nangka, kelapa kopyor, air kelapa)
BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG DIBATASI ?
• Ikan air tawar atau laut
• Daging sapi, ayam, udang
• Kacang kering dan hasil olahannya (tahu, tempe, oncom)
• Sayuran (kembang kol, asparagus, jemur, kengkung, daun singkong, daun dan biji melinjo, kacang polong, buncis)
• Buah nanas
BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG AMAN
• Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mie, bihun, tepung beras, kue kering, macaroni
• Semua jenis sayur dan buah yang tidak tercantum pada daftar diatas
• Margarin, mentega, kelapa, minyak dan gula
• Puding, telur, susu, keju, dan es krim 9bisa dikonsumsi jika tidak ada alergi pada penderita asam urat)
• Kopi, sereal, teh
• Rempah, bumbu, jamu, garam, jahe
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
Saturday, 5 November 2011
Diet Rendah Garam
UNTUK APA SIH DIET RENDAH GARAM ?
• Membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh
• Menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi
MACAM DIET RENDAH GARAM
• Diet rendah garam I : Diberikan untuk pasien dengan hipertensi berat, odema, asites. Dalam pengolahan makanan tidak ditambahkan garam dapur
• Diet rendah garam II : Diberikan untuk pasien dengan odema, asites dan hipertensi yang tidak terlalu berat. Dalam pengolahan makanan boleh menggunakan ½ sdt garam (2 g)
• Diet rendah garam III : Diberikan untuk pasien dengan odema, asites dan hipertensi ringan. Dalam pengolaha makanan boleh menggunakan 1 sdt garam (4 g)
BAHAN MAKANAN YANG BOLEH DIBERIKAN
• Beras, kentan, macaroni, mie tawar, roti
• Lauk hewani segar
• Lauk nabati, dimasak tanpa garam
• Sayura segar
• Buah buahan segar
• Minyak margarine, mentega (tanpa garam)
• Bumbu segar atau kering yang tidak mengandung garam
• Kecap khusus diet
• Susu segar rendah lemak
• Selai khusus diet
BAHAN MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIBERIAKAN
• Kue yang banyak mengandung garam
• Jeroan
• Makanan awetan (sarden, kornet, saos, sayur dalam kaleng, asinan, acar, buah yang diawetkan)
• Margarin dan mentega biasa
• Garam dapur, vetsin, petis, tauco, bumbu masak instant
• Keju, pindakas, selai atau jam
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
• Membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh
• Menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi
MACAM DIET RENDAH GARAM
• Diet rendah garam I : Diberikan untuk pasien dengan hipertensi berat, odema, asites. Dalam pengolahan makanan tidak ditambahkan garam dapur
• Diet rendah garam II : Diberikan untuk pasien dengan odema, asites dan hipertensi yang tidak terlalu berat. Dalam pengolahan makanan boleh menggunakan ½ sdt garam (2 g)
• Diet rendah garam III : Diberikan untuk pasien dengan odema, asites dan hipertensi ringan. Dalam pengolaha makanan boleh menggunakan 1 sdt garam (4 g)
BAHAN MAKANAN YANG BOLEH DIBERIKAN
• Beras, kentan, macaroni, mie tawar, roti
• Lauk hewani segar
• Lauk nabati, dimasak tanpa garam
• Sayura segar
• Buah buahan segar
• Minyak margarine, mentega (tanpa garam)
• Bumbu segar atau kering yang tidak mengandung garam
• Kecap khusus diet
• Susu segar rendah lemak
• Selai khusus diet
BAHAN MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIBERIAKAN
• Kue yang banyak mengandung garam
• Jeroan
• Makanan awetan (sarden, kornet, saos, sayur dalam kaleng, asinan, acar, buah yang diawetkan)
• Margarin dan mentega biasa
• Garam dapur, vetsin, petis, tauco, bumbu masak instant
• Keju, pindakas, selai atau jam
Sumber : Tuti Sunardi, Susirah Soetardjo. Terapi Makanan dengan Gangguan Autisme. PT Penerbit Sarana Bobo. 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)