Monday 11 June 2012

Gizi Dan Seks

Kehidupan seks yang memuaskan tergantung pada kondisi kesehatan seseorang. Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, orang perlu mendapatkan asupan gizi yang berkualitas, rutin olahraga, dan istirahat cukup.
Fungsi seks dipengaruhi oleh glandula endokrin yang menghasilkan hormone reproduksi. Untuk menghasilkan hormone tersebut diperlukan gizi. Olehkarena itu, diprlukan asupan gizi yang cukup seperti vitamin B, asam pantotenat, niasin, vitamin E, dan zink. Apabila asupan gizi tersebut kurang, akan muncul gangguan seperti tidak berkembangnya organ seks, menopause yang terlalu dini, dan impotensi.
Glandula-glandula adrenal juga menghasilkan hormone seks dan untuk aktivitasnya memerlukan vitamin A, vitamin B, asam pantotenat, niasin, vitamin C, vitamin E, dan asam lemak tak jenuh. Gangguan glandula adrenal menyebabkan turunnya keinginan untuk melakukan aktivitas seks.
Testis pada pria menghasilkan testosterone dan sperma, wanita juga menghasilkan testosterone. Testosteron berperan dalam merangsang nafsu seks. Vitamin A, C, E dan asam folat bersama-sama testosterone menghasilkan sperma. Sperma mengandung kalsium, magnesium, zink, sulfur, vitamin B 12, dan vitamin C. Kekurangan vitamin E menyebabkan degenerasi organ reproduksi. Konsumsi zink yang tidak mencukupi menyebabkan sperma kurang lincah dan infertile.

Glandula seks pada wanita, yaitu indung telur menghasilkan hormone estrogen dan progesterone. Hormon-hormon ini memerlukan vitamin B, asam folat, niasin, vitamin E, zink
Hormon-hormon seks sebenarnya membutuhkan kolesterol. Konsumsi kolesterol perlu, tapi jangan berlebihan. Selama kita cukup mengonsumsi vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, magnesium, dan zink, maka kolesterol dapat dimetabolismekan oleh tubuh dengan baik. Infertilitas dapat terjadi pada pria maupun wanita dan hal ini sering disebabkan oleh defisiensi zink.
Impotensi berkaitan erat dengan rendahnya konsumsi magnesium, zink, dan vitamin B 6, disamping factor lainnya seperti diabetes, konsumsi narkoba, alcohol, dan tekanan emosional. Aliran darah yang baik menjadi prasyarat terjadinya ereksi.
Kadar histamine yang tinggi dalam darah mempercepat ejakulasi pada pria, sementara histamine terlalu rendah menyebabkan gagalnya ejakulasi. Demikian pula bila wanita memiliki kadar histamine rendah, dia sulit mengalami orgasme. Niasin dan asam folat dapat berfungsi meningkatkan kadar histamine dalam darah, sementara kalsium dan asam amino metionin dapat menurunkan histamine. Mereka yang sering ejakulasi dini dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi kalsium.
Kegemukan mungkin akan berpengaruh terhadap kehidupan seksual seseorang. Rutin olahraga dan mengurangi asupan kalori adalah cara sederhana untuk mengurangi derajat obesitas. Olahraga selain bermanfaat membakar lemak juga berguna untuk melancarkan peredaran darah keseluruh tubuh. Dengan aktif berolahraga, tubuh akan menghasilkan hormone endorphin yang menimbulkan rasa nyaman. Oleh karena itu, olahraga merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan kembali gairah seksual yang mulai berkurang.

Gizi Untuk Aktivitas Seksual

Gizi Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Sumber
Zink 15 mg Daging, hati, telur, seafood
Kalsium 800 mg Susu, mentega, ikan teri, keju
Magnesium 300-350 mg Kacang-kacangan, sereal,
seafood, sayuran hijau
Niasin 13-18 mg Daging unggas, ikan, kacang-
kacangan
Asam folat 400 mikrogram Sayuran hijau (bayam,
brokoli), hati
Vitamin A 800-1000 ug RE Hati, susu, kuning telur, keju
Vitamin B 3 ug Unggas, telur, ikan, kedelai,
kacang tanah
Vitamin C 60 mg Jambu biji, jeruk, mangga muda
Vitamin E 8-10 mg Mentega, susu, minyak kedelai,
kecambah

Sumber : Makanan Sehat Hidup Sehat. Kompas. Jakarta, Juli 2007

No comments:

Post a Comment